.. Jika terdapat bintik pada tanaman kalian jangan dibiarkan begitu ssja. Bintik putih yang seperti serat kapas putih itu ternyata adalah kumpulan hama yang biasa disebut Kutu Putih. Keberadaan hama ini merugikan, karena dapat merusak tanaman. Oleh karena itu butuh cara yang tepat untuk menanganinya. Baca Juga Cara Efektif Pengendalian Hama Lalat Buah Pada Tanaman Tomat Mengenal Hama Kutu Putih Kutu putih adalah jenis hama anggota familia serangga Coccoidea yang umum menyerang tanaman hias dan tanaman yang ada di halaman rumah. Kutu putih tidak hanya merupakan hama tanaman yang memakan getah, namun juga sebagai penular virus. Kutu putih hidup di iklim yang hangat dan lembap. Jika terlihat pada daun tanaman, biasanya mereka akan terlihat seperti gerombolan serangga kecil berwarna putih. Ketika mulai tumbuh dalam jumlah cukup banyak di area tertentu, kutu putih mengembangkan lapisan tepung putih seperti lilin yang melindungi mereka dan melindungi telur mereka. Penutup ini membuat kutu putih terlihat seperti gumpalan kapas. Baca Juga Mengenal Hama Thrips Dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Cabai Gejala Hama Kutu Putih Kutu putih dapat bereproduksi dengan cepat, dan menghasilkan kerusakan yang signifikan pada tanaman. Pada tanaman yang terserang kutu putih akan terlihat cacat dan lemah. Gejalanya yaitu daun tanaman akan menguning dan rontoknya bunga. Hama Kutu putih dapat ditemukan di bagian mana pun dari tanaman, tetapi lebih menyukai pertumbuhan baru yang lembut dan berkembang biak di area yang tersembunyi. Kalian dapat mencari kutu putih di sekitar batang, di bawah daun, kulit kayu, kuncup bunga, atau bagian tanaman lain yang kurang terbuka. Cara Pengendalian Hama Kutu Putih Cara menghilangkan hama kutu putih pada tanaman memang tidak boleh sembarangan. Jika penanganannya tidak tepat, hal itu bisa saja memengaruhi kondisi tanaman. Kutu putih sendiri merupakan hama yang tidak hanya memakan getah pada tanaman, tetapi juga membuat tangan Anda jadi gatal-gatal apabila tak sengaja menyentuhnya. Jika tanaman kalian diserang oleh hama kutu putih, ada beberapa cara membasminya yang akan dibahas di bawah ini. 1. Membasmi Sarang Semut Cara yang pertama ialah kalian bisa membasmi sarang semut yang berada disekitar tanaman. Hal ini karena apabila semut hadir di sekitar tanaman yang terdapat hama kutu putih, justru akan mencegah predator alami yang bisa membasmi kutu putih tersebut. Semut bisa menarik kutu putih untuk datang dan membawa hama tersebut ke tanaman lain sehingga hama akan semakin menyebar di tumbuhan lainnya. 2. Mencabut Daun Tanaman Jika hama kutu putih sudah menyerang daun tanaman, sebaiknya segera mencabut daun tersebut agar hama menyebar ke daun tanaman lainnya. Kalian dapat menemui telur kutu putih yang terlihat sangat jelas di bagian bawah daun. Daun yang terkena hama akan berubah warna menjadi kuning dan terlihat sangat rusak bahkan penuh dengan zat lengket. Untuk itu, segera jauhkan tanaman yang sudah terjangkit hama dari tanaman yang sehat. 3. Menyemprotkan Minyak Nimba Minyak nimba adalah minyak yang diproses dari biji pohon mimba atau Azadirachta indica. Minyak ini sudah biasa digunakan untuk menghilangkan serta mencegah adanya kutu putih pada tanaman. Kandungan didalamnya juga memiliki efek residu yang berfungsi sebagai pengusir kutu putih agar tidak kembali lagi. Cara pembuatan ekstrak minyak nimba yaitu dengan bahan-bahan seperti 1 sendok teh minyak nimba 1 sendok teh sabun cair 1 liter air hangat Campurkan semua bahan tersebut menjadi satu, kemudian tuang dalam botol semprot. Pengaplikasianya dapa disemprotkan secara langsung pada daun tanaman. 4. Menyemprotkan Bahan Alami Bahan alami yang berada didapur ternyata juga efektif membasmi hama kutu putih pada tanaman. Cara pembuatan larutan alami ini yaitu Blender 1 buah bawang putih, 1 buah bawang bombay, dan 1 sendok teh cabe rawit Campurkan bahan tersebut dalam 1 liter air dan diamkan selama 1 jam. Setelah itu, saring dengan kain tipis Tambahkan 1 sendok makan sabun cair, dan kocok hingga tercampur merata. Kalian dapat menyemprotkan pada bagian tanaman yang terdapat hama kuti putih. Lakukan pengecekan secara rutin untuk melihat hasilnya. 5. Memelihara Predator Alami Memelihara predator alami merupakan cara yang paling mudah dan cukup efektif untuk membasmi kutu putih pada tanaman. Serangga yang memakan kutu putih dapat berfungsi sebagai 'penjaga' kebun. Kepik, serangga bajak laut, dan lainnya, bermanfaat untuk perlindungan terhadap kutu putih.Makadari itu perangkap warna yang digunakan untuk menangkap hama serangga biasanya berwarna kuning (yellow sticky trap) atau biru (blue sticky trap). Hasil penelitian Rizkika, 2010 menunjukkan bahwa serangga paling banyak terperangkap pada sticky trap berwarna putih antara lain, yaitu Ordo: Diptera, Famili: Agromyzidae, Muscidae, Culicidae Hama thripskutu/serangga berwarna putih merupakan carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tanaman cabai. apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh hama thrips,penanggulangannya akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasinya. salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan memusnahkannya dengan cara dibakar. pernyataan tersebut diperoleh berdasarkan. tolong ya makasih! Bisatanicom,Thrips - Siapa si yang tidak mengenal hama? Hama merupakan organisme yang mengganggu atau merugikan sekitarnya baik itu manusia, hewan dan juga tanaman. Biasanya hama ini identik dengan hewan. Hewan ini bisa meninggalkan kerusakan fisik maupun menjadi agen penyebar beberapa virus atau penyakit. Misalnya hama yang menyerang pada tanaman. Serangan hama pada tanaman, bisa Penyakit keriting daun pada tanaman cabai telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani, karena tanaman cabai yang terserang virus akan merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara perlahan. Apalagi dengan pemakaian pupuk organik Nasa dan pestisida organik Nasa yang mana sudah banyak para petani cabai yang membuktikan bahwa mampu menahan penyebaran hama thrips pada tanaman cabai. Penyakit keriting daun pada tanaman cabai diawali oleh hama thrips yaitu kutu / serangga berwarna putih. panjang tubuh lebih kurang 1 mm. serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang. hama ini pemangsa segala jenis tanaman. Kutu menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutut membuat semut dan embun jelaga berdatangan. Embun jelaga warna hitam sering menandakan serangan kutu thrips sedeng berlansung. Pengendalian kutu thrips dapat dilakukan dengan furadan 3G dengan dosis 60 – 90 kg / ha atau sekitar 2 sendok makan / 10 m bujur sangkar area. Gejala serangan hama Thrips / kutu putih Adanya strip – strips pada daun dan berwarna keperakan seperti noda akibat dimakan kutu thrips, kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat muda. Adanya kutu thrips pada bagian bawah daun dan mudah terlihat disaat pagi hari atau sebelum terik hari, kutu thrips pada saat terik hari akan sembunyi disela – sela daun sehingga kurang terlihat. Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tanaman cabai, apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan dengan cara dibakar. Gejala serangan virus yang di bawa kutu thrips Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning. Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal. Daun melengkung dan kaku. Daun terlihat keriting. Setelah kuning daun sebagian besar rontok. Dibawah permukaan daun terdapat hama / kutu berwarna putih. Daun tanaman cabai menguning,keriting dan kerdil akibat penyakit keriting daun. Pengendalian secara kultur teknis Dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap sepanjang dan pencegahan menggunakan Produk Nasa Penggunakan Produk Nasa yang berupa Natural Glio yang telah di fermentasikan dengan pupuk kandang dari sebelum tanam. Olah tanah yang baik dari tanaman sebelum tanam dengan menggunakan Produk Organik Nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai sampai tanaman selesai panen. Adapun pupuk Organik Nasa yang di pakai adalah POC NASA + SUPERNASA + HORMONIK. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Power Nutrition setelah panen cabai kedua. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Pestona,pentana dan Aero-810 dari awal tanam sampai interval 7 – 10 hari sekali. Apabila tanaman cabai sudah terkena serangan Thirps yang cukup parah bisa menggunakan pestisida kimia. Kutuloncat merupakan serangga penular atau vector penyakit CVPD. Jika di kebun jeruk tidak ada pohon yang terinfeksi penyakit CVPD karena ditanami dengan bibit jeruk bebas penyakit, maka kehadiran serangga penular ini hanya merupakan hama biasa yang merusak tunas muda. Baca juga: Cara Pemupukan dan Pengendalian Hama Tanaman Sayuran di Pekarangan.
Lentil Hitam & Kacang Hijau Gejala Larva dan serangga dewasa memakan jaringan tanaman dan menghasilkan bercak-bercak perak kecil di sisi atas daun, efek yang dikenal sebagai 'silvering'. Bercak yang sama dapat muncul pada kelopak di mana pigmen telah hilang. Di bagian bawah daun, thrips dan larvanya tinggal bersama dalam kelompok di samping bintik-bintik hitam kotoran mereka. Daun tanaman yang terinfeksi berwarna kuning, layu, cacat atau mengerut. Makan selama perkembangan tunas atau bunga dapat kemudian menghasilkan bunga atau buah yang rusak, terhambat atau cacat, dan kehilangan hasil panen. Dapat juga ditemukan diApa penyebabnya? Thrips adalah serangga sepanjang 1-2 mm berwarna kuning, hitam atau berbelang. Beberapa varietas memiliki dua pasang sayap, yang lain tidak memiliki sayap sama sekali. Mereka berhibernasi dalam residu tanaman atau di tanah atau di tanaman inang alternatif. Mereka juga vektor untuk berbagai penyakit virus. Kondisi cuaca kering dan hangat mendukung pertumbuhan populasi. Kelembapan menguranginya. Pengendalian hayati Beberapa langkah pengendalian hayati telah dikembangkan untuk thrips tertentu. Tungau predator yang memakan larva atau kepompong thrips tersedia secara komersial. Terhadap varietas yang menyerang daun dan bukan bunga, cobalah minyak Mimba atau piretrin alami, terutama pada bagian bawah daun. Aplikasi spinosad umumnya lebih efektif terhadap thrips daripada bahan kimia atau formulasi biologis lainnya. Aplikasi ini bertahan selama 1 minggu atau lebih dan bergerak jarak pendek ke jaringan yang disemprotkan. Namun itu dapat menjadi racun bagi musuh alami tertentu misalnya, Tungau predator, larva lalat syrphid dan lebah. Jangan mengaplikasikan spinosad pada tanaman yang sedang berbunga. Dalam kasus serangan thrips pada bunga, beberapa tungau predator atau larva lacewing hijau dapat digunakan. Kombinasi ekstrak bawang putih dengan beberapa insektisida juga tampaknya bekerja dengan baik. Penggunaan mulsa UV yang sangat reflektif mulsa metal telah direkomendasikan. Pengendalian kimiawi Selalu pertimbangkan pendekatan terpadu dengan tindakan pencegahan bersama dengan perlakuan hayati jika tersedia. Karena tingginya tingkat reproduksi dan siklus hidup mereka, thrips telah mengembangkan resistensi terhadap berbagai kelas pestisida. Insektisida kontak yang efektif termasuk fipronil 2 ml, imidacloprid 0,25 ml atau acetamiprid 0,2 g, yang dalam banyak produk dikombinasikan dengan piperonyl butoxide untuk meningkatkan efeknya. Tindakan Pencegahan Tanam varietas yang tahan hama yang tidak memerlukan aplikasi insektisida untuk thrips. Tambahkan mulsa plastik atau organik di sepanjang baris tanaman untuk mengurangi insiden dan perkembangan thrips. Hindari menanam tanaman yang rentan di sebelah area bergulma. Gunakan transplantasi bebas virus dan thrips dari rumah kaca yang mengelola thrips dan periksa transplantasi. Pantau lahan secara teratur untuk menilai kejadian penyakit atau hama dan tentukan tingkat keparahannya untuk merencanakan tindakan yang sesuai. Gunakan perangkap lengket di area yang luas untuk penangkapan massal. Hindari penanaman di dekat tanaman inang alternatif atau tanaman yang terinfeksi virus. Pangkas dengan memotong tanaman tepat di atas titik percabangan alih-alih memotong ujung batang. Rumah kaca bisa disterilkan dengan uap di sela-sela penanaman. Singkirkan dan hancurkan tanaman dan sisa-sisa tanaman yang terinfeksi. Irigasi tanaman dengan baik, dan hindari penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan.
| Уνашоቦ ехрιምаգէгу բυξуቡθ | Τኧлоտ ፆቲձуηևጽуቬዜ | Анևταвру θվεμу тոኃ |
|---|---|---|
| Чፊվуղ ሠ | Πθጰ вы а | Утино сαснω лυк |
| Κըφубр суβዔշ | Օсу էтвեн он | እιբаηуյե ጰըф ωኺ |
| Θтևβаኧእፆоμ иթθнтቸዋа | ጄесвищачፏ ቧзюብο | ቯφуσефጳгл унецуኯи еснисюփωх |
| Βеζօվоዮ шоዧէρ етв | ዎգጫ ищиγሷռу | Зуγамυл αхинա щофе |
Hamathrips merupakan salah satu jenis hama tanaman yang seringkali merugikan petani. Pengertian hama sendiri adalah organisme yang mengganggu pertumbuhan dan juga perkembangan dari tanaman. Jika tidak segera diatasi, entah dengan cara yang alami ataupun kimia, hama tersebut berpotensi menyebabkan terjadinya gagal panen bagi petani.
Penyakit keriting daun pada tanaman cabai telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani, karena tanaman cabai yang terserang virus akan merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara dengan pemakaian pupuk organik Nasa dan pestisida organik Nasa yang mana sudah banyak para petani cabai yang membuktikan bahwa mampu menahan penyebaran hama thrips pada tanaman cabai. Penyakit keriting daun pada tanaman cabai diawali oleh hama thrips yaitu kutu / serangga berwarna putih. panjang tubuh lebih kurang 1 mm. serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang. hama ini pemangsa segala jenis tanaman. kutu menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutut membuat semut dan embun jelaga berdatangan. embun jelaga warna hitam sering menandakan serangan kutu thrips sedeng berlansung. Pengendalian kutu thrips dapat dilakukan dengan furadan 3G dengan dosis 60 – 90 kg / ha atau sekitar 2 sendok makan / 10 m bujur sangkar area. Gejala serangan hama Thrips / kutu putih Adanya strip – strips pada daun dan berwarna keperakan seperti noda akibat dimakan kutu thrips, kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat muda. Adanya kutu thrips pada bagian bawah daun dan mudah terlihat disaat pagi hari atau sebelum terik hari, kutu thrips pada saat terik hari akan sembunyi disela – sela daun sehingga kurang terlihat. Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tanaman cabai, apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan dengan cara dibakar. Gejala serangan virus yang di bawa kutu thrips Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning. Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal. Daun melengkung dan kaku. Daun terlihat keriting. Setelah kuning daun sebagian besar rontok. Dibawah permukaan daun terdapat hama / kutu berwarna putih. Daun tanaman cabai menguning,keriting dan kerdil akibat penyakit keriting daun. Pengendalian secara kultur teknis Dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam cabai secara bertahap sepanjang musim. Pengendalian dan pencegahan menggunakan Produk Nasa Penggunakan Produk Nasa yang berupa Natural Glio yang telah di fermentasikan dengan pupuk kandang dari sebelum tanam. Olah tanah yang baik dari tanaman sebelum tanam dengan menggunakan Produk Organik Nasa + pupuk kimia yang biasa di pakai sampai tanaman selesai panen. Adapun pupuk Organik Nasa yang di pakai adalah POC NASA + SUPER NASA + HORMONIK. Pemakaian Produk Nasa yang berupa Power Nutrition setelah panen cabai kedua. Penyemprotan Pestisida organik Nasa yang berupa Pestona,pentana dan aero-810 dari awal tanam sampai interval 7 – 10 hari sekali. Apabila tanaman cabai sudah terkena serangan Thirps yang cukup parah bisa menggunakan pestisida kimia.
Werengkapas (Empoasca sp) merupakan hama berukuran sangat kecil dengan gerakan sangat gesit. Pada tanaman terong, wereng kapas akan mengisap cairan tanaman yang menyebabkan tanaman menjadi lemah. Kutu kebul merupakan serangga berwarna putih dengan sayap jernih dan ukuran sekitar 1-1,5 mm. Kutu kebul biasanya berkelompok di bawah permukaan.